Review Kehamilan (1)

Memang benar kata orang, semua akan indah bila datang pada waktu-Nya. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, akhirnya yang dinanti sekian lama datang juga. Meskipun sebelumnya tidak pernah menyangka karena waktu itu sempat terkena guncangan ketika perjalanan Wamena – Karubaga. Selain itu siklus bulanan saya memang sering maju atau mundur, makanya saya tidak pernah mau cek kalau terlambatnya belum lama. Namun akhirnya saya memberanikan diri untuk mengecek dan ini hasilnya:

Akhirnya garisnya ada dua

Ketika periksa di Puskesmas Plus, ternyata sudah 6 minggu. Alhamdulillah, akhirnya datang juga kamu. Ketika periksa pertama kali, saya diukur berat badan, tekanan darah, dan lingkar lengan atas. Selain itu saya disuntik TT dimulai dari awal karena saya tidak tahu kalau suntik TT itu harus 5 kali  untuk seumur hidup (coba cek sendiri di mbah gugel ya), terakhir saya suntik waktu sebelum nikah (buat syarat daftar nikah di KUA). Itu pun sudah hampir 2 tahun, hohoho. Maka saya disuntik TT dan diberi vitamin (B kompleks dan penambah darah yang berisi asam folat dan zat besi). Untungnya selama di perantauan ini tidak pernah yang namanya ngidam, keluar flek, morning sickness, adapun cuma sembelit. Itupun lumrah terjadi pada ibu hamil, untung gak lama-lamaKalaupun sampai ngidam, yang ada cuma gigit jari, wong gak ada semua =)). Pengertian ya kamu, Nak, gak nyusahin mama dan papa. Anak pinter, cupcupmuah.

Selama di perantauan, karena tidak ada rumah sakit (adanya cuma Puskesmas Plus, yaitu Puskesmas yang ada rawat inapnya) dan keterbatasan alat, jadi selama periksa rutin kehamilan cuma diperiksa berat badan dan tekanan darah saja setelah itu diberi obat. Karena tidak ada keluhan sama sekali, jadi perasaannya kayak gak lagi hamil saja. Yang bingung orang tua saya, takut kalau belum jadi, apalagi ketika periksa berat badan saya selalu turun. Padahal makannya gak berubah. Selain itu, banyak kejadian yang janin tidak berkembang lah. Ketika saya periksa terakhir kali (sebelum pulang kampung, umur 20 minggu kehamilan), sekalian mau buat surat laik terbang untuk ibu hamil, baru deh keluar “alat sakti” untuk periksa denyut jantung. Waktu diperiksa, saya mendengar suara denyut jantungnya. Rasanya speechless, takjub, kagum, senang, campur aduk. Akhirnya tidak cuma mimpi, kamu beneran ada, Nak.

Singkat cerita, saya dan papanya (calon) anak sudah sampai di Yogya dengan selamat. Sudah gak sabar rasanya pengen periksa di dokter kandungan langganan saya di RS JIH, tapi karena suami PNS, saya ingin memanfaatkan ASKES yang saya punya. Kan lumayan tuh dapet potongan (kayak beli baju grosiran aja). Besoknya saya dan suami datang ke RS JIH untuk tanya-tanya di ASKES center-nya mengenai prosedur periksa dengan kartu ASKES yang sekarang ganti jadi BPJS Kesehatan. Alurnya harus pakai surat rujukan dari Puskesmas/dokter keluarga, baru deh ke RS JIH. Karena saya masih terdaftar di tempat lama di perantauan, untuk mengubahnya ternyata harus ke kantor ASKESnya yg di Jalan Gedong Kuning lalu saya dan suami cuss ke sana. Ambil antrian, dikasi formulir. Begitu sampai giliran saya, ditanya-tanya sebentar, selesai deh. Akhirnya saya bisa pakai rujukan dokter keluarga yang dekat rumah. Sorenya saya, suami, dan ibu saya pergi ke dokter keluarga untuk minta surat rujukan untuk periksa di RS JIH pada keesokan harinya.

Keesokan harinya saya dan suami pergi ke RS JIH untuk periksa kehamilan. Mungkin karena deg-degan mau di-USG atau bagaimana, tekanan darah saya agak tinggi. Begitu tiba giliran saya, saya dan suami masuk ke ruang pemeriksaan.  Dokternya terkejut ketika tahu yang mau periksa itu saya. Karena tahu betapa repot ya saya periksa ini-itu sebelum akhirnya berhasil (hamil), dokternya bilang ini anak mahal. Singkat cerita saya di-USG, subhanallah rasanya merinding dan takjub sekaligus senang waktu dibilang anaknya satu, normal, lengkap organ tubuh dan jari-jarinya, bibirnya tidak sumbing, beratnya sekitar 444gram (Alhamdulillah). Namun waktu itu ada sedikit masalah, ternyata saya mengalami keputihan. Wanita hamil memang mengalami peningkatan sekresi cairan vagina, namun kalo terjadi keputihan harus segera diobati agar berat bayi saat lahir tidak rendah. Kemudian saya diberi vitamin dan antibiotik untuk mengatasi keputihannya. Alhamdulillah waktu kemarin periksa (17 Januari 2014, 26minggu) kemarin keputihannya sudah gak ada lagi, beratnya sudah 913 gram, jenis kelaminnya masih sama sesuai yang diharapkan. Tiga minggu lagi kita ketemu, gak sabar pengen lihat kamu lagi, Nak🙂. We love you so much (papa & mama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s