Semoga Tidak Sia-sia

Semoga tidak sia-sia apa pun yang telah menjadi keputusan saya. Dimulai dari resign dari pekerjaan sebelumnya untuk pergi mengikuti suami ke tempat dinasnya di sana. Walaupun di sana saya tidak bekerja dan nantinya belum tentu saya bisa bekerja kembali (karena menurut kebijakan baru jika SKP tidak mencukupi dan ujian kompetensi apoteker sudah dihapus, maka bisa jadi saya tidak sah jadi apoteker lagi untuk praktek), saya rela karena istri tidak wajib untuk bekerja, walaupun sebenarnya tidak masalah. Saya kan bisa jadi apoteker untuk keluarga kecil saya saja, setidaknya mengerti sedikit untuk keluarga saya.

Semua ada waktunya, apa pun itu. Mungkin belum dikasih karena masih belum mapan untuk menambah anggota keluarga baru. Rumah saja belum punya (mengontrak pun belum ada –> dalam proses). Mungkin kalau nanti ditambah anggota baru, takutnya tidak bisa bertanggung jawab dengan amanah yang telah diberikan. Jangan sampai dia ditelantarkan dan tidak mendapat apa pun yang layak dari kami. Hari esok tidak akan ada yang tahu, bahkan beberapa detik/menit dari sekarang.

Sudah lah, saya bingung mau tulis apa lagi. Intinya adalah:

Semoga tidak sia-sia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s