Mudik…..Mudik……

Marhaban Ya Ramadhan. Walaupun terlambat, tidak ada salahnya saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga diberi kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Yeeeay akhirnya saya merasakan yang namanya pulang kampung. Selama bertahun-tahun, saya nggak pernah merasakan yang namanya mudik. Waktu lebaran biasanya saya dan keluarga jadi penjaga kompleks. Duluuuu banget pernah ngerasain mudik ke rumah Yangti saya di Kediri, itu pun waktu SD. Sudah lama sekali. Setelah Yangti saya meninggal, gak pernah lagi yang namanya mudik. Kalau ke Palembang (tempat asal ibu saya), terakhir kali juga saya ke sana waktu SD. Itu pun bukan waktu lebaran. Yg namanya mudik waktu lebaran itu kan karena masih ada orang tua kan ya, sedangkan kedua orang tua dari ibu saya sudah lama meninggal. Lagipula dari Jogja ke Palembang kan lumayan jauh ya, jadi biasanya ketemu saudara yang di Palembang waktu ada acara pernikahan saudara sepupu saya.

Yg mau saya ceritakan bukan yang di atas, tapi mudiknya saya dari Papua ke Jogja. Sebenarnya saya mudik ke Jogja bukan waktu lebaran (secara lebaran masih lama lebarannya), tapi ketika bulan Februari kemarin. Pasti banyak yang bilang:

Nggak betah ya di Papua????

Siapa bilang? Saya sih betah-betah saja, asal ada suami. Ahahahaha, tetep ya ngeles. Jadi kepulangan saya dan suami ke Jogja itu karena ada beberapa keperluan yang harus dikerjakan di Jogja. Tadinya saya dan suami berencana pulang pas lebaran, tapi karena ada “keperluan” tersebut (sementara rahasia dulu ya), dan kebetulan ketika browsing tiket pesawat dengan koneksi internet yang astaghfirullah itu ternyata ada yang murah (klo yg normal dari DJJ-JOG harganya lumayan ya, bo’), jadi lah pas libur imlek kami pulang. Karena klo mau pulang penuh perjuangan, jadi harus direncanakan betul-betul (setidaknya 2-3 hari sebelumnya).

Mulai tanggal 8 Februari 2013 saya dan suami pergi dari Tolikara ke Wamena naik strada (pernah saya ceritakan sebelumnya). Ketika sampai Wamena, saya dan suami menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh kesukaan kami dan kedua orang tua saya, yaitu Markisa papua (hmmmm, ngiler). Terus tanggal 9 nya, saya dan suami terbang ke Jayapura. Karena dapat flight pagi, jadi bisa jalan-jalan donk. Itu pun saya yang maksa, untung suami saya baik hati mau meladeni keinginan istrinya ini. Akhirnya saya pergi jalan-jalan ke Jayapura. Perjalanan dari Sentani ke Jayapura (yup kami menginap di hotel dekat bandara dgn alasan biar gak ketinggalan pesawat) lumayan jauh dan ribet karena harus berganti taksi (di sini nyebut angkot itu dengan taksi) sebanyak 4x. Setelah perjalanan yang panjang dan panas (di sini hawanya panas banget), akhirnya kami jalan-jalan. Jalan-jalannya cuma ke mall dan pantai (boongan). Kenapa boongan?? Karena letaknya dekat jalan besar, trs ya bukan pantai (coba dinilai sendiri ya). Yg di pantai (boongan) ini sempet deh foto-foto. Saya tunjukkan beberapa ya.

IMG00347-20130209-1404 IMG00348-20130209-1405 IMG-20130209-00295Maap yak, berhubung saya orangnya gak bakat difoto, jadi adanya cuma segini (yang bagus, hihihi). Terus di sini saya dan suami nemu pisang ijo, rasanya enak bener. Karena sudah bosan, akhirnya saya dan suami balik lagi ke Sentani, mau istirahat.

Keesokan harinya saya dan suami akhirnya terbang juga, hehehe. Penerbangan kami dari DJJ-JOG tapi transit di Makasar sebentar dan di Jakarta (lumayan lama, dari jam 14-18). Karena kelamaan transit, kami sibuk dg gadget masing-masing dari baterai full sampai low batt. Akhirnya kami sampai di Jogja, ihiiiiiy. Karena sampainya sudah malam, trs kami langsung tidur saja gak ke mana-mana. Selama 1 minggu di Jogja, saya dan suami langsung mengerjakan keperluan kami tersebut. Akhirnya suami pulang dan saya sementara di sini dulu sampai lebaran. Itu sudah kesepakatan kami karena sebentar lagi suami kan mau sensus pertanian (bulan Mei kemarin). Karena pekerjaan suami itu ke desa-desa yang perjalanannya membutuhkan jalan kaki selama 2 minggu PP dan gak cuma ke satu desa, jadi kami sepakat untuk pisah dulu sementara. Nanti waktu lebaran kami bertemu lagi dan bersama lagi.

Kan nggak semua pasangan itu berpisah karena kemauan mereka. Ya mungkin karena diharuskan keadaan aja.. Annisa N. Nugraha (@chachathaib)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s