Wajar Nggak Sih???

Saya baru dapat ilham untuk menulis di blog saya. Kali ini gak usah nulis yang susah-susah. Sekarang mau nulis tentang diri saya sendiri saja. Sekarang mau nulis tentang beberapa kebiasaan saya yang entah wajar atau tidak bagi beberapa orang.

Sering membawa barang yang baru dibeli atau yang disukai ke mana-mana, termasuk waktu tidur

Dulu waktu kecil selalu begitu. Entah kenapa, saya nggak tahu jawabannya. Apa karena saya cinta banget sama barang itu, atau saya takut barangnya hilang. Jadi setiap saya habis beli suatu barang, pasti saya bawa ke mana-mana, sampai saya bawa tidur. Untungnya kebiasaan saya ini sudah mulai menghilang ketika saya sudah besar (umurnya apa badannya ya? Hahaha :p). Tapi barang yang sering saya bawa tidur dan ke mana-mana adalah hp, kalau ini pasti bukan saya aja donk ya. Soalnya kalau gak saya bawa, nanti gak terdengar kalau ada telepon, sms, bbm, notifikasi dari si muka buku dan si burung berkicau. Jadi ketahuan deh kalau saya anak tidak gaul yang eksis.

I’m picky eater

Kalau misalnya ada makanan tertentu yang saya gak suka, itu namanya picky eater atau bukan ya? Sebenarnya saya suka semua jenis makanan, cuma ada beberapa bahan makanan tertentu yang saya tidak suka. Biasanya sih yang gak ada rasanya atau yang agak ajaib rasanya, misalnya semangka, melon, tomat, bengkoang, mentimun, terong (sejauh ini yang saya ingat saya tidak suka ya itu). Biasanya kalau ada jenis makanan ini, biasanya saya tidak menyentuhnya atau kalau pun ada, saya memberikannya ke suami atau keluarga saya. Untuk tomat dan bengkoang, saya nggak suka yang mentah. Kalau sudah diolah (tomat biasanya ada di sambal, semur, dll, sedangkan benegkoang ada di tekwan), saya doyan karena rasanya beda sama buah segarnya.

Sering memakan bagian yang tidak enak terlebih dahulu, lalu menyisakan yang paling enak untuk dimakan belakangan. Kadang suka melambatkan makan

Kalau ini dari saya masih kecil sampai sekarang masih saya lakukan. Ini mungkin sama kayak peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Biasanya makanan saya pisahkan dulu, yang tidak enak (kayak sayur, tahu, daging ayam, daging ikan dll), saya makan sampai habis, baru deh yang enak (kulit ayam, insang ikan/bagian kepala yang lain) saya makan di akhir. Kalau menurut saya, makan dengan cara seperti ini malah tidak mubadzir karena pasti habis. Kalau pun ada yang benar-benar saya tidak suka, saya kasihkan ke partner saya makan. Biasanya sih orang yang dekat dengan saya, misal keluarga inti saya, suami. Makanya saya jarang makan sendirian, kalaupun saya makan sendiri, saya pasti makan di warung langganan saya. Coba kalau yang saya makan cuma yang saya suka saja, pasti piring itu masih ada sisanya. Kebiasaan makan saya yang seperti ini kadang bikin suami dan kakak saya gemes untuk mengambil makanan saya karena punya mereka sudah habis, punya saya belum.

Terus kalau ada makanan yang enak, saya juga suka eman-eman (apa ya bahasa indonesianya??? Ada yang tahu???) dalam makan, ini juga yang sering bikin gemes kakak saya dan suami untuk merebut makanan saya. Kalau ini sebabnya karena makanan ini jarang saya dan keluarga beli (biasanya jajanan), jadi kalau ada ya saya eman-eman gitu, hihi. Kalau bisa sih gak habis-habis ya, kayak iklan itu,

Lapisannya berapa??? Ratusan, lebih

Paling gak rela kalau baterai gadget saya cepat habis

Yup, ini mungkin karena kebiasaan saya di Papua ini. Kan sudah saya cerita di sini kalau listrik gak nyala sepanjang hari seperti di Jawa, jadi saya gak bisa itu yang namanya mau nge-charge kapan aja. Iya sih saya punya barang keramat bagi semua pecinta gadget, apalagi kalau bukan powerbank. Siapa yang gak punya benda keramat ini🙂. Tapi powerbank ini juga kan perlu di-charge ya, jadi jelas tidak mungkin juga pakai ini. Nah begitu jatahnya listrik nyala, biasanya sih semua gadget di-charge sampai listriknya mati. Padahal katanya gak boleh di-charge kelamaan ya, tapi ya mau bagaimana lagi. Mumpung ada kesempatan gitu, hihihi. Akhirnya kebiasaan itu kebawa sampai sekarang, padahal kalau di sini kan gak masalah ya sama listrik. Kalau gadget apel krowak ini sih gak masalah soalnya awet banget baterainya mau dimainin sampai berapa lama. Kalau gadget-nya RIM ini yang bikin esmosik, nge-charge bisa sampai berkali-kali sehari.

Kayaknya ini dulu yang bisa saya tuliskan, kalau ada ide lagi saya tambah lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s